Skip to main content

Posts

facebookiyah, twitteriyah, WA iyah, googleliyah

Doeloe, kenyamanan beribadah dan mencari ilmu (khususnya agama) hampir tidak terganggu. Terlebih kalau sudah masuk senja, hanya mengandalkan lampu tempel (yang minyaknya sangat dihemat-hemat), tapi semangat anak-anak kecil untuk mencari ilmu kepada seorang yang dianggap mumpuni keilmuannya sangatlah besar. Bahkan semangat yang besar itu seakan menjadi kobaran api yang mengalahkan kobaran obor yang dibawa mereka saat mencari ilmu. Karena buat mereka, menghilangkan kebodohan adalah awal dari kesuksesan. Mereka amat semangat untuk mengaji agama kepada pak kiai, pak ustadz, guru, ajengan dan seterusnya, demi ilmu dan demi kesuksesan dunia akhirat. Tapi ternyata, bukan hanya ilmu yang mereka cari, bukan cuma impian sukses yang mereka harapkan, mereka pun belajar berakhlak yang baik, akhlak al karimah. Betapa mereka amat bergembira bila mencium telapak tangan ibu dan bapaknya ketika berangkat mengaji, lalu mencium telapak tangan gurunya ketika tiba di pengajian. Tidak berani memban...

Dibalik puasa

Dalam keadaan normal tubuh kita mendapatkan energi dan nutrisi dari luar tubuh melalui makanan, minuman dan radiasi. Ketika kita puasa disiang hari, dimana tidak ada asupan makan, aktifitas dan gerak kita akan membakar energi hingga habis. Pertama-tama energi akan diperoleh dari glucosa hasil makan (sahur), setelah habis, energi diperoleh dari glicogen dalam darah. Bila kandungan glicogen berkurang, otak menyatakan lapar lalu menyuruh kita makan. Bila kita sedang berpuasa otak akan otomatis menghidupkan PROGRAM AUTOLISIS. Semua makhluk hidup di bumi dibekali dengan sistem (fithrah) autolisis yang khas: - Pohon berpuasa dengan menggugurkan daun - Rumput dan biji berpuasa dengan berhenti tumbuh (dorman) - Beruang berpuasa selama musim dingin - Buaya berpuasa (aestivasi) selama musim panas - Ikan paus dan burung berpuasa ketika bermigrasi - Ikan salmon, pinguin, berpuasa ketika musim kawin - Kuda, kucing, berpuasa ketika terserang penyakit hingga sembuh Ketika autoli...

7 manfaat Puasa yang perlu kita ketahui

1.        Makan kurma Kurma adalah makanan pembuka yang sering dihidangkan saat berbuka atau sahur. Salah satu aspek paling penting dari puasa adalah mendapatkan jumlah tepat energi dan nutrisi. Dan kurma adalah makanan terbaik yang menyediakan serat yang sangat dibutuhkan tubuh, yang akan membantu meningkatkan pencernaan dan menjaga kesehatan Anda selama puasa.  2. Meningkatkan kemampuan otak Para ilmuwan di Amerika menemukan bahwa puasa dapat meningkatkan faktor neurotropik yang diturunkan dari otak, yang mendorong tubuh memproduksi lebih banyak sel-sel otak, sehingga dapat meningkatkan fungsi otak. Demikian juga, penurunan jumlah hormon kortisol, yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal, membuat seseorang dapat menurunkan tingkat stres selama dan setelah Ramadan. 3. Mengurangi kebiasaan buruk Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mengubah gaya hidup tidak sehat dan pola makan yang buruk. Selama puasa, kita juga bisa menghenti...

PUASA UNTUK APA

Untuk merubah kualitas seseorang dari Iman menjadi Takwa dibutuhkan 3 tahap. Masing-masing sekitar 10 hari. Rasulullah mengatakan bahwa puasa Ramadhan selama sebulan itu dibagi menjadi 3 tahap. Yaitu, sepuluh hari pertama berisi Rahmat. Sepuluh hari kedua berisi Ampunan alias Maghfirah. Dan sepuluh hari terakhir berisi dengan Nikmat. Dalam konteks ‘penyembuhan’ yang kita bahas di depan, 3 tahap proses ini menemukankesamaannya. Yaitu, proses detoksifikasi alias penggelontoran racun, proses rejuvenasi atau peremajaan, dan proses stabilisasi atau pemantapan kondisi. Hal ini bisa bermakna lahiriah maupun batiniah sekaligus. Secara lahiriah, tiga tahapan dalam puasa Ramadhan itu menggambarkan terjadinya proses penyeimbangan kondisi kesehatan tubuh seseorang  penlitian sederhana  :  Sebelum memasuki puasa Ramadhan, beberapa orang melakukan check kesehatan di laboratorium untuk mengukur kadar asam urat,kolesterol, gula darah dan SGOT/ SGPT Kami ingin membandingkan kondi...

Fahami Bid'ah dg ilmu bukan dengan nafsu

Bismillah...sebenernya Siapakah yang sesat ?? memang jika orang memahami alqur'an atau hadist dg tekstualnya atau main telen maka yg di dapatkan y salah kaprah ,apalagi pake nafsu maka makin tambah parah,sehingga tak jarang banyak yg keder lantaran tdk menemukan maksudnya,adapun jika tak punya ilmunya maka cbalah tanya sama ulama yg faham,bukan malah menjauhi ulama ..okeh langsung saja bahas Bid'ah Tentang bi’dah,...... مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ Benarkah hadits ini bermakna : “ Barangsiapa yang berbuat hal baru yang tidak ada perintahnya, maka ia tertolak “ Simak pembahasannya di sini pakai ilmu (bukan pakai nafsu)… Ditinjau dari sisi ilmu lughoh : - I’rab nahwunya : من : adalaha isim syart wa jazm mabniyyun ‘alas sukun fi mahalli rof’in mubtada’ wa khobaruhu aljumlatus syartiyyah ba’dahu. احدث : Fi’il madhi mabniyyun ‘alal fathah fii mahalli jazmin fi’lu syarth wal fa’il mustatir jawazan taqdiruhu huwa. في : Harfu...

ISLAM ARAB / INDONESIA

Tiga dekade yang lalu, Almaghfurlah Gus Dur pernah melontarkan satu pertanyaan menggelitik, "Kita ini sebetulnya orang Islam yang (kebetulan) hidup di Indonesia ataukah orang Indonesia yang (kebetulan) beragama Islam?" Pertanyaan ini sepintas tidak problematik, tetapi jika dibaca pelan-pelan dengan kecermatan yang tajam, maka termuat dua paradigma yang bertolak belakang dalam mengimplementasikan Islam di bumi Nusantara ini. Mencermati model pertanyaanya, tentu saja asumsi dasar pertanyaan ini membedakan "keislaman" dan "keindonesiaan" sebagai dua entitas yang independen, tak berhubungan satu sama lain: originalitas Indonesia menurut Agus Sunyoto adalah kapitayan-bukan animisme dan dinamisme-dengan ragam kebudayaan yang melikupinya. Sementara originalitas Islam adalah Arab dengan ragam kebudayaan yang menyertainya. Pertanyaan ini dilontarkan Gus Dur ketika sebagian orang Islam di Indonesia marak menggunakan identitas ke-Arab-an untuk meneguhkan identi...

MENJADI MUSLIM INDONESIA

ISLAM adalah rahmatan lil ‘alamin. Orang Indonesia dapat menjadi Muslim sejati tanpa harus menanggalkan identitas keindonesiaannya. Kita bisa menjadi Muslim 100 persen tanpa harus memaksakan diri ‘menjadi Arab’, karena “menjadi Muslim” berbeda dengan “menjadi Arab”.       Shalat tetap sah meski kita memakai peci hitam dan sarung. Tak usah memaksakan diganti jubah.       Jika memang kurma sulit didapat, yakinlah nilai puasa tidak berkurang meski berbuka dengan kolak pisang atau kolang kaling.       Jika memang kayu Arab tidak ada, bersiwak dengan pasta gigi pun tidak menghilangkan substansi yang dituju oleh hadits Nabi “La amartuhum bis siwaki ‘inda kullis shalat”.       Dan seterusnya. Para ulama menjelaskan bahwa perbuatan Rasulullah saw dalam kapasitas sebagai manusia biasa atau beliau sebagai ‘orang Arab’ yang memiliki budaya/adat sendiri, tidak selalu wajib kita ikuti. (...