Skip to main content

Cara Menghitung Index Massa Tubuh, Ideal atau Obesitas?

Bagaimana mengukur seseorang gemuk atau tidak? Untuk menentukannya tidak boleh hanya dengan berkaca.
Memiliki tubuh yang langsing dan berat badan ideal tentu saja lebih banyak memberikan manfaat positif untuk tubuh kita. Jika seseorang mengalami obesitas, tentu saja banyak penyakit yang bisa timbul karenanya. Resiko penyakit yang ditimbulkan antara lain adalah diabetes dan gangguan kesuburan reproduksi.
Jika kamu saat ini sedang mengalami kegemukan atau obesitas, maka sudah saatnya kamu menjalani program diet sehat. Tetapi sebelum kamu memutuskan untuk menjalani diet sehat untuk menguruskan badan, ada baiknya pahami dulu tentang perhitungan Index Massa Tubuh berikut ini.
Bagaimana cara menghitung Index Massa Tubuh?. Apa ukuran seseorang dikatakan memiliki berat badan yang ideal, normal, dan sehat?
Cara mudah untuk melihat seseorang gemuk atau tidak adalah dari indeks massa tubuh (IMT). Indikator ini dipakai oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan institusi-institusi kesehatan.
 Yang dimaksud IMT (Index Massa Tubuh) atau Body Mass Index (BMI) adalah dimana Berat Badan (kg) dibagi Tinggi Badan (m) kuadrat.

IMT/BMI = Berat Badan (kg) / Tinggi Badan (m)².

Contoh kasus :
Shinta adalah seorang model yang memiliki Berat Badan 63 kg dan Tinggi Badan 1,80 m.
Apakah Shinta sudah termasuk wanita yang memiliki berat badan ideal?
 Jawabannya IMT Shinta adalah 63 kg / 1,80² m = 19,4
 Menurut WHO-WRPO pada 2008, Berat Badan disebut IDEAL atau GEMUK bila memenuhi kriteria sebagai berikut:
• Berat Badan Kurang » IMT/BMI Kurang Dari 18,5
• Berat Badan Normal » IMT/BMI 18,5 - 22,9
• Berat Badan Lebih » IMT/BMI Lebih Dari 23
• Berat Badan Pra Obesitas » IMT/BMI 23 - 24,9
• Berat Badan Obesitas I » IMT/BMI 25 - 29,9
• Berat Badan Obesitas II » IMT/BMI Lebih Dari 30


Dari contoh kasus di atas maka Shinta adalah termasuk wanita yang memiliki berat badan normal (ideal) karena IMT-nya 19,4.
Bila IMT Shinta lebih dari 25 itu berarti dia dapat disebut obesitas.




Bagaimana dengan kamu ladies? Berapa Berat Badan dan Tinggi Badan Kamu? Apakah kamu sudah memiliki berat badan yang ideal?

Comments

Popular posts from this blog

Suluk Linglung

Dalam kehidupan tasawuf, seorang yang ingin menyempurnakan dirinya harus melalui beberapa tahap-tahap dalam perjalanan spiritualnya. Dimana tahap paling dasar adalah syari'at, yaitu tahap pelatihan badan agar dicapai kedisiplinan dan kesegaran jasmani. Dalam syari'at hubungan antar manusia dijalin menjadi umat, syariat dimaksudkan untuk membawa  seseorang ke dalam sebuah bangunan kolektif, yang disebut umat, bangunan persaudaraan berdasarkan kepercayaan atau agama yang sama. Begitu juga yang diajarkan dan dilaksanakan oleh  Sunan Kalijaga  di dalam kitab Suluk Linglung, ia sangat menekankan pentingnya menjalankan syari'at Islam seperti yang diajarkan oleh Rasulullah saw, termasuk sholat lima waktu, puasa ramadhan, membayar zakat dan menjalankan ibadah haji. Agar dapat menjalankan ajaran Islam yang sempurna dan sungguh-sungguh (kaffah), baginya harus melalui berbagai tirakat dan perenungan diri yang sungguh-sungguh pula. Dengan begitu manusia akan dapat mengerti...

10 Mutiara yang akan diambil Jibril as.

رُوِىَ أَنَّ جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ نَزَلَ عَلَى النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فىِ مَرَضِ مَوْتِهِ فَقاَلَ ياَجِبْرِيْلُ هَلْ تَنْزِلُ مِنْ بَعْدِى , فَقاَلَ نَعَمْ ياَرَسُوْلَ اللهِ أَنْزِلُ عَشْرَ مَرَّاتٍ أَرْفَعُ العَشْرَ الجَواَهِرِ مِنَ الأَرْضِ قاَلَ ياَ جِبْرَيْلُ وَماَتَرْفَعُ مِنْهاَ , قاَلَ , (الأَوَّلُ) أَرْفَعُ البَرَكَةَ مِنَ الأَرْضِ (وَالثَّانىِ) أَرْفَعُ المَحَبَّةَ مِنْ قُلُوْبِ الخَلْقِ (وَالثَّالِثُ) أَرْفَعُ الشُّفْقَةَ مِنْ قُلُوْبِ الأَقاَرِبِ (وَالرَّابِعُ) أَرْفَعُ العَدْلَ مِنَ الأُمَراَءِ (وَالخاَمِسُ) أَرْفَعُ الحَياَءَ مِنَ النِّساَءِ (وَالسَّادِسُ) أَرْفَعُ الصَّبْرَ مِنَ الفُقَراَءِ (وَالسَّابِعُ) أَرْفَعُ الوَرَعَ وَالزُهْدَ مِنَ العُلَماَءِ (وَالثَّامِنُ) أَرْفَعُ السَّخاَءَ مِنَ الأَغْنِياَءِ (وَالتَّاسِعُ) أَرْفَعُ القُرْآنَ (وَالعاَشِرُ) أَرْفَعُ الإِيْماَنَ Ketika Rasulullah dalam keadaan sakit yg menghantarkan belaiu wafat, malaikat Jibril datang menemuinya. Setelah berbincang sejenak Rasulullah bertanya kepada Jibril...

Tawassuth, Tawazun, I'tidal, dan Tasamuh

Ada tiga ciri utama ajaran Ahlussunnah wal Jamaah atau kita sebut dengan Aswaja yang selalu diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya: Pertama , at-tawassuth atau sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan. Ini disarikan dari firman Allah SWT: وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيداً Dan demikianlah kami jadikan kamu sekalian (umat Islam) umat pertengahan (adil dan pilihan) agar kamu menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) manusia umumnya dan supaya Allah SWT menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) kamu sekalian. (QS al-Baqarah: 143). Kedua  at-tawazun atau seimbang dalam segala hal, terrnasuk dalam penggunaan dalil 'aqli (dalil yang bersumber dari akal pikiran rasional) dan dalil naqli  (bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits). Firman Allah SWT: لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا ...