Skip to main content

T-V

T
1907
tacicandia
R00.0
1908
tacom
A71.9
1909
talasemia
D56.9
1910
tali pusat menimbung
P02.4
1911
tatto
L81.8
1912
tenggelam dikali
W70.0
1913
tension head ache
G44.2
1914
Terdedah asap, api dan uap
X 00 - X 09
1915
Terdedah faktor alam
X 30 - X 39
1916
tertimpa besi
W20.0
1917
Testis tidak turun
Q 53
1918
tetanus ( cephalic)
A35
1919
Tetanus lainnya
A 34 - A 35
1920
Tetanus neonatorum
A 33
1921
tetanus neunatrium
A33
1922
tetralogi falot
Q21.3
1923
thalogasus
M31.4
1924
thypoid fefer /abdominalis
A01.0
1925
thyroglosal persistent
O89.2
1926
TIA
G45.9
1927
Tidak ada, atresia dan stenosis usus halus
Q 41
1928
TIK
G93.2
1929
Tiroiditis
E 06
1930
tiroiditis hasimoto
E06.3
1931
Tirotoksikosis (hipertiroidisme)
E 05
1932
tismus
R25.2
1933
tismus bayi
A33
1934
to eccipital 
D33.0
1935
Toksik insefalopati
G 92
1936
Toksoplasmosis
B 58
1937
tonsilitis acut
J03.9
1938
Tonsilitis akut
J 03
1939
tonsilitis cronic
J35.0
1940
tonsilo phanngitis
J06.8
1941
torsi tersis D
N44
1942
torticolis
M43.6
1943
total blok
J45.9
1944
traceitis acut
J04.1
1945
traceomalacea 
J39.8
1946
Trakoma
A 71
1947
transien synoritis
M67.3
1948
traptorasre/tetraplegia
G82.5
1949
trauma ginjal
N28.9
1950
trauma pelvis
S39.0
1951
Tripanosomiasis
B 56 - B 57
1952
Tuberkulosis (TB) paru BTA (+) dengan/ tanpa biakan kuman TB
A 15.0
1953
Tuberkulosis alat napas lainnya
A 16.3 - .9
1954
Tuberkulosis lainnya
A  18.1, .3 - .8
1955
Tuberkulosis milier
A 19
1956
Tuberkulosis paru lainnya
A 15.1 - A 16.2
1957
Tuberkulosis susunan saraf pusat lainnya
A 17.1 - .9
1958
Tuberkulosis tulang dan sendi
A 18.0
1959
Tukak lambung dan duodenum
K 25 - K 27
1960
tumor anus
D12.9
1961
tumor ceacum
D12.0
1962
tumor gaster
D13.1
1963
tumor glutea
D36.7
1964
tumor glutea malignom
C76.3
1965
tumor gusi 
D48.0
1966
tumor kantong empedu
D13.1 
1967
tumor labio mayora
C51.0
1968
tumor laring ( paru)
D14.1
1969
tumor mata
C69
1970
tumor maxilla
D16.4
1971
tumor meilum
O36.7
1972
tumor orbit
D31.6
1973
tumor ovari
O27
1974
tumor palatum
C05.9
1975
tumor parotis ( preaucular)
D11.0
1976
tumor soft tissue ( ganas)
C49.0
1977
tumor sub mandibula
D11.7
1978
tumor tulang dada IGA
D36.7
1979
tyrotoxi cosis
E05.9
U
1980
Ulcus mucosa hidung & perforasi septum nasi
J 34.8
1981
Urolitiasis
N 20 - N 23
V
1982
Varisela (cacar air) dan zoster (herpes zoster)
B 01 - B 02
1983
Varises esofagus
I 85
1984
Haemorrhage, not elsewhere classified( pendarahan)
R58
1985
Varises vena ekstremitas bawah
I 83

Comments

Popular posts from this blog

Suluk Linglung

Dalam kehidupan tasawuf, seorang yang ingin menyempurnakan dirinya harus melalui beberapa tahap-tahap dalam perjalanan spiritualnya. Dimana tahap paling dasar adalah syari'at, yaitu tahap pelatihan badan agar dicapai kedisiplinan dan kesegaran jasmani. Dalam syari'at hubungan antar manusia dijalin menjadi umat, syariat dimaksudkan untuk membawa  seseorang ke dalam sebuah bangunan kolektif, yang disebut umat, bangunan persaudaraan berdasarkan kepercayaan atau agama yang sama. Begitu juga yang diajarkan dan dilaksanakan oleh  Sunan Kalijaga  di dalam kitab Suluk Linglung, ia sangat menekankan pentingnya menjalankan syari'at Islam seperti yang diajarkan oleh Rasulullah saw, termasuk sholat lima waktu, puasa ramadhan, membayar zakat dan menjalankan ibadah haji. Agar dapat menjalankan ajaran Islam yang sempurna dan sungguh-sungguh (kaffah), baginya harus melalui berbagai tirakat dan perenungan diri yang sungguh-sungguh pula. Dengan begitu manusia akan dapat mengerti...

10 Mutiara yang akan diambil Jibril as.

رُوِىَ أَنَّ جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ نَزَلَ عَلَى النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فىِ مَرَضِ مَوْتِهِ فَقاَلَ ياَجِبْرِيْلُ هَلْ تَنْزِلُ مِنْ بَعْدِى , فَقاَلَ نَعَمْ ياَرَسُوْلَ اللهِ أَنْزِلُ عَشْرَ مَرَّاتٍ أَرْفَعُ العَشْرَ الجَواَهِرِ مِنَ الأَرْضِ قاَلَ ياَ جِبْرَيْلُ وَماَتَرْفَعُ مِنْهاَ , قاَلَ , (الأَوَّلُ) أَرْفَعُ البَرَكَةَ مِنَ الأَرْضِ (وَالثَّانىِ) أَرْفَعُ المَحَبَّةَ مِنْ قُلُوْبِ الخَلْقِ (وَالثَّالِثُ) أَرْفَعُ الشُّفْقَةَ مِنْ قُلُوْبِ الأَقاَرِبِ (وَالرَّابِعُ) أَرْفَعُ العَدْلَ مِنَ الأُمَراَءِ (وَالخاَمِسُ) أَرْفَعُ الحَياَءَ مِنَ النِّساَءِ (وَالسَّادِسُ) أَرْفَعُ الصَّبْرَ مِنَ الفُقَراَءِ (وَالسَّابِعُ) أَرْفَعُ الوَرَعَ وَالزُهْدَ مِنَ العُلَماَءِ (وَالثَّامِنُ) أَرْفَعُ السَّخاَءَ مِنَ الأَغْنِياَءِ (وَالتَّاسِعُ) أَرْفَعُ القُرْآنَ (وَالعاَشِرُ) أَرْفَعُ الإِيْماَنَ Ketika Rasulullah dalam keadaan sakit yg menghantarkan belaiu wafat, malaikat Jibril datang menemuinya. Setelah berbincang sejenak Rasulullah bertanya kepada Jibril...

Tawassuth, Tawazun, I'tidal, dan Tasamuh

Ada tiga ciri utama ajaran Ahlussunnah wal Jamaah atau kita sebut dengan Aswaja yang selalu diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya: Pertama , at-tawassuth atau sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan. Ini disarikan dari firman Allah SWT: وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيداً Dan demikianlah kami jadikan kamu sekalian (umat Islam) umat pertengahan (adil dan pilihan) agar kamu menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) manusia umumnya dan supaya Allah SWT menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) kamu sekalian. (QS al-Baqarah: 143). Kedua  at-tawazun atau seimbang dalam segala hal, terrnasuk dalam penggunaan dalil 'aqli (dalil yang bersumber dari akal pikiran rasional) dan dalil naqli  (bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits). Firman Allah SWT: لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا ...