Skip to main content

P-S

P
1443
PAI
K38.1
1444
pain abdominal
R10.4
1445
palacenta previa ( jalan keluar bayi tertutup placenta)
O44.0
1446
palato sciziz
Q35.9
1447
palpitasi
R00.2
1448
palsy cerebral
G80.9
1449
pancereas anular
K86.8
1450
pancreatitis acut
K85
1451
pancytopenia
D61.9
1452
panic diserdes
F41.0
1453
Pankreatitis akut dan penyakit pankreas lainnya
K 85 - K 86
1454
panophtalmitis
H44.0
1455
paraliasi pertodik
G12.3
1456
paralitik ilius 
K56.0
1457
paraparesis
G82.2
1458
paringitis
J02.9
1459
parkinson
G20
1460
Parkinson sekunder
G 21
1461
parotitis
K11.2
1462
partus imaturus
O47.0
1463
partus kasep
O63.0
1464
partus kobrojal
O62.3
1465
partus lama
O63.2
1466
Paru/lobus luluh akibat TB
B 90.9.1
1467
pasang sepiral
Z30.1
1468
pasca oferictomi
Z90.7
1469
pasiccsomatis
F45.9
1470
PAT
I47.1
1471
Patek (Frambusia)
A 66
1472
Pelayanan yang melibatkan gangguan prosedur prosedur rehabilitasi
Z 50
1473
pelvic peritonisis
N73.5
1474
Pemaparan bising
W 42
1475
Pemaparan getaran 
W 43
1476
Pemaparan radiasi pengion
W 88
1477
Pemaparan radiasi pengion lain
W 90
1478
Pemaparan radiasi YTT
W 91
1479
Pemaparan sinar ultra violet dan man-mide visible
W 89
1480
Pemasangan dan penyesuaian gigi palsu
Z 46.3
1481
Pemasangan dan penyesuaian kacamata dan lensa kontak
Z 46.0
1482
Pemeriksaan kesehatan bayi dan anak secara rutin
Z 00.1
1483
Pemeriksaan kesehatan umum
Z 00.0
1484
pendarahan anus
K62.5
1485
pendarahan gusi
K06.8
1486
pendarahan infra kranial PIK
D75.9
1487
pendarahan intra abdomen
R58
1488
pendarahan intra cranial
D75.9
1489
pendarahan pasca menopouse
N95.0
1490
Pendarahan pasca persalinan
O 72
1491
pendarahan post op
T18.0
1492
pendarahan tali pusat bayi
P51.9
1493
pendarahan umbilicoli
P51.9
1494
pendarahn pons
I61.3
1495
penelitis
H46
1496
penemo thorax
J93.9
1497
penemo torax acut /cronik
J93.8
1498
penemunia deastinum bayi
P25.2
1499
penemunia disdtinum
J98.2
1500
Pengawasan kehamilan dengan risiko tinggi
Z 35
1501
Pengawasan kehamilan normal
Z 34
1502
Pengelolaan kontrasepsi
Z 30
1503
Penunjang sarana kesehatan untuk alasan Lainnya
Z 31 - Z 33, Z 37,Z 55 - Z 99
1504
Penyakit alat kelamin laki lainnya
N 44 - N 46 N 48 - N 51
1505
Penyakit Alzheimer
G 30
1506
Penyakit apendiks
K 35 - K 38
1507
Penyakit arteri, arteriol dan kapiler lainnya
I 71 - I 72, I 77 - I 79
1508
Penyakit bakteria lainnya
A 21, A 24-28 A 31-32, A 38, A 42-49
1509
Penyakit bibir, mukosa mulut lainnya dan lidah
K 13 - K 14
1510
Penyakit cacing tambang
B 76
1511
Penyakit Crohn dan tukak kolitis    
K 50 - K 51
1512
Penyakit de Quervain
M 65.4
1513
Penyakit Divertikel usus
K 57
1514
Penyakit esofagus, lambung dan duodenum lainnya
K 20 - K 23, K 28,  K 31
1515
Penyakit glomerulus lainnya
N 02.0 -.7,.9,N03, N 05 - N 08
1516
Penyakit gondok nontoksik lain
E 04
1517
Penyakit gusi, jaringan periodontal dan tulang alveolar
K 05 – K 06
1518
Penyakit hati akibat bahan beracun di tempat kerja
K 71
1519
Penyakit Hati Alkohol
K 70
1520
Penyakit hati lainnya
K 74.0 - .5, K 75, K 76.1-.5, .8, .9, K 77
1521
Penyakit hemolitik pd janin & bayi baru lahir
P 55
1522
Penyakit hidung dan sinus hidung lainnya
J 30.0 - J 30.2,  J 33,  J 34.0 - .3   
1523
Penyakit hipertensi lainnya
I 11 - I 15
1524
Penyakit Hodgkin
C 81
1525
Penyakit infeksi dan parasit kongenital
P 35 - P 37
1526
Penyakit infeksi dan parasit lainnya
A 65, A 67, A 69, A 74, B 85 - B 89, B 94 - B 99
1527
Penyakit infeksi usus lainnya
A 02, A 04 - A 05 A 07 - A 08
1528
Penyakit jantung iskemik lainnya
I 20, I 23 - I 25
1529
Penyakit jantung lainnya
I 27 - I 41, I 51- I 52
1530
Penyakit jantung reumatik kronik
I 05 - I 09
1531
Penyakit jaringan keras gigi lainnya
K 03
1532
Penyakit jaringan lunak mulut (Stomatitis)  dan lesi yang berkaitan
K 12
1533
Penyakit kelenjar liur
K 11
1534
Penyakit klamidia yg ditularkan melalui hubungan seksual
A 55 - A 56
1535
Penyakit kulit dan jaringan subkutan lainnya
L 10 - L 22, L 25 - L 99
1536
Penyakit lain mata dan adneksa
H 57 - H 59
1537
Penyakit Parkinson
G 20
1538
Penyakit pembuluh darah perifer lainnya
I 73.1 - .9
1539
Penyakit pulpa dan periapikal
K 04
1540
penyakit radang panggul PRP
N94.9
1541
Penyakit radang susunan saraf pusat
G 00 - G 09
1542
Penyakit saluran napas bagian atas lainnya
J 36 - J 39
1543
Penyakit serebrovaskular lainnya
I 65 - I 69
1544
Penyakit sistem cerna lainnya
K 82 - K 83, K 87 - K 93
1545
Penyakit sistem kemih lainnya
N 25 - N 29, N 31 - N 39
1546
Penyakit sistem muskuloskeletal dan jaringan ikat 
M 87 - M 99
1547
Penyakit sistem napas lainnya
J 22, J 66.1 -2, J 66.8, J 94 - J 99 
1548
Penyakit sistem sirkulasi lainnya
I 86 - I 99
1549
Penyakit susunan saraf lainnya
G 10 - G 13, G 22 - G 26, G 90 - G 91, G 93 - G 99
1550
Penyakit telinga dan prosesus mastoid
H 60 - H 61.0-.3,.9, H 62, H 83.8, .9, H 92 - H 95
1551
Penyakit tertentu yang menyangkut mekanisme imun
D 80 – D 89
1552
Penyakit tonsil dan adenoid kronik
J 35
1553
Penyakit tubulo-interstitial ginjal lainnya
N 10 - N 11,  N 13, N 14.0-2. .4, N 15 -  N 16
1554
Penyakit usus dan peritoneum lainnya
K 52 - K 55, K 59 - K 67
1555
Penyakit virus gangguan defisiensi imun  pada manusia (HIV)
B 20 - B 24
1556
Penyakit virus lainnya
A 81,  A 87 - A 89 B 25,  B 27 - B 34
1557
Penyulit awal trauma tertentu dan penyulit pembedahan dan perawatan YTK di tempat lain
T 79 - T 88
1558
Penyulit kehamilan dan persalinan lainnya
O 20 - O 23, O 25 - O 29
1559
Penyulit yang lebih banyak berhubungan  dengan masa nifas dan kondisi obstetrik  lainnya, YTK ditempat lain
O 85 - O 99
1560
Perawatan dan pemeriksaan pasca persalinan
Z 39
1561
Perawatan ibu yang berkaitan dengan janin  dan ketuban dan masalah persalinan
O 31 - O 39 O 41, O 43, O 47
1562
percoban bunuh diri ( gantung diri)
Z91.5
1563
Perdarahan antepartum YTK ditempat lain
O 46
1564
Perdarahan intrakranial
I 60 - I 62
1565
pereleukemia
D46.9
1566
pereplegia
G52.2
1567
perforasi ileum/usus
K63.1
1568
peri penopose bleeding
N92.1
1569
periapendicitis
K37
1570
pericardial Effusi
I31.3
1571
periodentitis acut
K05.2
1572
peritonisis difusi
K65.0
1573
peritonisis generalized
K65.0
1574
peritonitis
K65.9
1575
peritonsilaer abses
J36
1576
Perlemakan hati
K 76.0
1577
perodenitis cronic
K05.3
1578
perporasi jejunum
K63.1
1579
perporasi kolon sigmoid
K63.1
1580
perpurasi MAC
H66.9
1581
Persalinan dengan penyulit gawat janin
O 68
1582
Persalinan macet
O 64 - O 66
1583
Persalinan multipel
O 84
1584
Persalinan prematur
O 60
1585
Persalinan tunggal spontan
O 80
1586
persiapan CT scen
G81.9
1587
persistensi gigi
K00.6
1588
Pertumbuhan janin lamban, malnutrisi janin dan gangguan yang berhubungan dengan ke-hamilan pendek dan berat badan lahir rendah
P 05 - P 07
1589
pertusis
A37.9
1590
Pertusis/Batuk rejan
A 37
1591
phymosis
N47
1592
Piotoraks [empiema]
J 86
1593
pisikosis organik
F09
1594
placenta pravia bayi
P02.0
1595
Plak pleural
J 92
1596
Plasenta previa
O 44
1597
plaura pnemunia
J18.8
1598
plebitis
I 80.9
1599
plegmoa
K10.2
1600
pleura efusi
J90
1601
PNC
N11.8
1602
pnemonia lobaris
J18.1
1603
pnemu torax
J86.9
1604
pnemunia antipical
J15.7
1605
pnemunia sapirasi
J69.0
1606
Pneumokoniosis
J 60 - J 65
1607
Pneumonia
J 12 - J 18
1608
Pneumonitis Hipersensitivity akibat abu organik
J 67
1609
Pneumotoraks
J 93
1610
PNH ( parokimal noctumal hemoglobimuria)
D59.5
1611
poli artritis
M13.0
1612
policetimia vera
D45
1613
policystic pam
J98.4
1614
polidektili
Q69.9
1615
polimialgia
M35.3
1616
polineurpati
G62.9
1617
Poliomielitis akut
A 80
1618
polip cervikes
N84.1
1619
polip endumetrium
N84.0
1620
polip gaster
D13.1
1621
polip gaster /stomach
D13.1
1622
Polip gastrointestinal
D 12.6
1623
polip nasi
J33.9
1624
polip recti
K62.1
1625
polip rectum
K62.1
1626
pollip nasi
J33.8
1627
polmunal stenosis
Q25.6
1628
polmunari congestion
J81
1629
porforasi sigmoid
K63.1
1630
porforasi usus
K63.1
1631
porfurasi ileum
K63.1
1632
porpurasi gaster
K31.9
1633
portionisilair infiltrat
J36
1634
post concusison syndrome
F07.2
1635
post congital bleding
N93.0
1636
post op apendictomy
Z98.8
1637
post op strumectomy
Z98.8
1638
post sigmoidectomy
Z93.3
1639
post vcolostomy
Z93.3
1640
post veginal repair
O34.8
1641
PPOM
J44.9
1642
pre eklamsia brat
O14.1
1643
pre eklamusia ringan
O14.9
1644
prematur
O60
1645
prematur bayi
P07.3
1646
Prepusium berlebih, fimosis dan parafimosis
N 47
1647
PRM
O42.9
1648
proktitis
K62.8
1649
prolap uteri
N81.4
1650
Prolaps alat kelamin perempuan
N 81
1651
prolaps anus
K62.9
1652
prolaps colostomy
K91.4
1653
prolaps iris
S05.2
1654
prolaps mata 
T85.3
1655
prolaps tali pusat
O34.5
1656
prolaps usus
K63.4
1657
prolaps uteri ( tunggal pagiana)
N81.4
1658
prolongud leten fase
O63.9
1659
propthosis
H05.2
1660
protatitis
N41.9
1661
protenosis alveuler
J84.0
1662
prtonisis TBC
A18.3+ K673*
1663
PSA ( pendarahan sub arachnoid
I60.9
1664
psaudar throsis
M84.1
1665
pseudophkia
Z93.1
1666
psikosis
F29
1667
Psoriasis dan artropati enteropati
M 07
1668
Psoriasis dan atropati lainnya
M 10 - M 11
1669
psoriasis pustular
L40.1
1670
psoriasis vulgenis
L40.0
1671
psudo pteregium
H11.8
1672
pteregium
H11.0
1673
PTG ( penyakit tropobles ganas)
O01.9
1674
ptisisc bulbi
H02.4
1675
ptosis
H02.4
1676
PUD
N93.8
1677
pulmunal insufiensi
J98.4
1678
PVC bigemini
I27.9
1679
pyalolitasi
N20.0
1680
pyelonepritis
N12
1681
pyelonepritis acut
N10
1682
pyolonepritis kronik
N11.9
1683
pyoneprosus
N13.6
R
1686
RA 
M06.9
1687
rabies
A82.9
1688
Rabies
A 82
1689
Radang alat dalam panggul perempuan lainnya (adneksitis)
N 71, N 74, N 75.8 - N 77
1690
Radang kelopak mata
H 00 - H 01
1691
Radang panggul perempuan lainnya 
N 73
1692
Radang serviks
N 72
1693
ranala
K11.6
1694
RBBB
I44.7
1695
RDS
P22.0
1696
reactur hepatitis
K75.2
1697
reaksi anaphilactic
T78.2
1698
reaksi conversi
F44.9
1699
reaksi convrsi
F44.9
1700
reaksi hipoglekimia 
E16.0
1701
reaksi stress acut
F43.0
1702
Reaksi terhadap stres berat dan gangguan penyesuaian, gangguan somatoform, gangguan neurotik lainnya
F 43.0, F 43.2-.9 F 45, F 48
1703
rebtomysarcoma cruris dextra
C49.1
1704
rectal bleeding
K62.5
1705
rectal bleeding bayi
P54.2
1706
recto vagianal fistula
N82.3
1707
reflex esofagus
K21.9
1708
reflix esofagus
K21.0
1709
reftur palpebra
S05.8
1710
reftur tendon flexon digit
S56.1
1711
refture alvecler 
K06.8
1712
refture artery
I77.2
1713
refture tuba
N83.8
1714
refture vagina
S31.4
1715
ren mobilis
N28.8
1716
renal colix
N23
1717
renal fail
N19
1718
renal nsipiensi
N19
1719
reptum perineum (post partum )
O70.9
1720
reptun pancereas traumatik
S36.2
1721
reptur bola mata
S05.3
1722
reptur cornea dengan prolap
S05.2
1723
reptur cornea tampa prolaps
S05.3
1724
reptur hepas 
S36.1
1725
reptur injuri tendon aciles
S86.0
1726
reptur tendon
T14.6
1727
reptur uretra non traumatik
N36.8
1728
reptur uretra traumatik
S09.2
1729
repture uteri
O71.1
1730
resiko ifeksi
Z91.5
1731
respirasi puradokal

1732
respiratory distress bayi
P22.9
1733
respiratory failure
J96.9
1734
respiratory failure bayi 
P28.5
1735
rest. Placenta ( sisa placenta)
O72.0
1736
retantio urine
R33
1737
retar dasi mental
F79
1738
Retardasi mental
F 70 - F 79
1739
retensi urin
R 33
1740
retino blastoma
C96.2
1741
retractile testis
Q55.2
1742
retraksi contas
H52.0
1743
retropertioneal
K66,8
1744
revtur VE
N22
1745
RHD
I09.9
1746
rhematoid
M06.9
1747
rhinitis
J31.0
1748
rhino paringitis
J00
1749
robekan jalan lahir
S31.4
1750
Rubela
B 06
1751
ruftur muscolorum
T14.6
1752
rufture lenkideney/ gijal
S37.0
1753
rumah terbakar
N09.0
1754
ruptur sclera
S05.3
S
1758
sacro lleitis
M46.1
1759
SAH ( sub aranoid hemoragic)
I60.9
1760
salah letak
O32
1761
Salpingitis dan ooforitis
N 70
1762
Sampar/Pes
A 20
1763
SAP ( stable anggia pastoris)
I20.9
1764
sarcoma lengan 
D21.1
1765
sarcoma utery
C55
1766
SBE
J33.0
1767
SBP ( spontan bacterial peritonitis)
A49.9
1768
schizoprenia

1769
schwarte paru
J98.4
1770
scizur abdomen penetrane
S31.8
1771
scondery arrest
O62.1
1772
scrof uloderma
A18.4
1773
Sebab luar lainnya
W 20 - W 41, W 44 - W 64,
1774
secclusio
H21.4
1775
seclusion pupil

1776
sectio
O82.9
1777
secundarcan
K04.3
1778
Sekuele (gejala sisa) lepra
B 92
1779
Sekuele (gejala sisa) poliomielitis
B 91
1780
Sekuele (gejala sisa) TB lainnya
B 90.0 - .8
1781
Seleksi antenatal
Z 36
1782
selmonikosis
A02.0
1783
seminoma testis
C62.9
1784
Sengaja mencederai diri dengan bahan beracun
X 60 - X 69
1785
Sengaja mencederai diri lainnya
X 70 - X 84
1786
Senilitas
R 54
1787
sepsis bayi
P06.9
1788
sepsis puerperalis
O85
1789
sepsis seunatrium
P36.9
1790
septic arteriris 
M00.9
1791
septic syok
A14.9
1792
septicemia
A41.9
1793
septikaimia
A41.9
1794
Septisemia
A 40 - A 41
1795
sesak
R06.0
1796
SH ( struke hemorage)
I61.9
1797
shigeloss
A03.9
1798
shock anaphylatic
T78.2
1799
shock hyvopelemic
R57.1
1800
shymlaeparon
N11.2
1801
Sifilis bawaan
A 50
1802
Sifilis dini     
A 51
1803
Sifilis lainnya   
A 52 - A 53
1804
Sigelosis
A 03
1805
sincope
N55
1806
Sindrom amnesik dan gangguan mental organik
F 04, F 07, F 09
1807
sindrom dendy walcer
Q03.1
1808
Sindrom Down
Q 90
1809
Sindrom hepatorenal
K 76.7
1810
Sindrom makan, gangguan tidur, disfungsi seksual, gangguan perilaku lainnya
F 50 - F 59
1811
Sindrom mati mendadak pada bayi
R 95
1812
Sindrom nefritik progresif cepat dan akut
N 00 - N 01
1813
Sindrom nefrotik
N 04
1814
Sindrom obstruksi pasca TB
B 90.9.2
1815
Sindrom paralitik lainnya
G 81 - G 83
1816
Sindrom salah perlakuan
T 74
1817
Sindrom usus ringkih (Irritable bowel syndrome)
K 58
1818
Sindroma carpal tunnel
G 56.0
1819
Sindroma Raynaud’s
I 73.0
1820
sindrome batang otak
I64
1821
sindrome concusion
F07.2
1822
sindrome migren
G43.9
1823
sindrome vena cava
I87.1
1824
sinostis nasi
J32.9
1825
sinus brodycardia
R00.1
1826
sinus hati
J32.9
1827
sinus preacular
Q18.1
1828
Sinusitis kronik
J 32
1829
sircumsisi
Z41.2
1830
Sirosis hati
K 74.6
1831
Sistitis
N 30
1832
skin tag
L98.9
1833
Skistosomiasis (Bilharziasis)
B 65
1834
Skizofrenia, gangguan skizotipal, psikotik akut dan sementara
F 20, F 21, F 23
1835
Sklerosis multipel
G 35
1836
SLE
L93.0
1837
snake bite
T63.0
1838
SNH ( struke non hemorage)
I63.9
1839
socet dangkal

1840
sock cardiogenic
R57.0
1841
SOL
R900
1842
Soliausis
M41.9
1843
Solusio plasenta
O 45
1844
solutio placenta
O43.3
1845
SOP
R90.0
1846
spina bepida 
Q05.9
1847
Spina bifida
Q 05
1848
spondilitis
M46.9
1849
Spondiloartropati seronegatif
M 45 - M 49
1850
spondilolisthesis
M43.1
1851
spondilosis
M47.9
1852
squemus cell ca.orbita
C69.9
1853
Supraventricular tachycardia
I47.1
1854
staghum stone ( calculus)
N20.0
1855
Status Asmatikus
J 46
1856
status asmeticus
J46
1857
status convcilisive
G44.0
1858
status epileptikus
G41.9
1859
stenosis jejunum

1860
stenosis oni
Q64.3
1861
stenosis pylorus

1862
stenosis spinalis
M48.0
1863
stenosis ureter
N35.9
1864
stomatitis
K12.1
1865
Strabismus
H 49 - H 50
1866
strees ulcer
K27.9
1867
stres ulcus
K27.9
1868
stricture ani/anus
K62.4
1869
stricture uretra 
N35.9
1870
Strok tak menyebut perdarahan atau infark
I 64
1871
stroke
I64
1872
stroma hipertiroid
E05.2
1873
stroma hypertyroid

1874
stroma nodusa
E04.9
1875
struma difuse tocxic
E05.0
1876
struma multi nodusa 
E04.2
1877
struma nodusa hypertiroid
E05.2
1878
struma nodusa non toxix
E04.9
1879
struma nudusa toxix
E05.1
1880
struma systic
E04.2
1881
struma uni nadular non toxic
E04.1
1882
STU parn
D14.3
1883
sub dural hematoma non traumatik

1884
sub dural hematoma SDH

1885
sub dural hematoma traumatik

1886
sub endo miocard
I51.9
1887
sub endocaroio infarak
I21.4
1888
suden death
R96.0
1889
Sumbatan vaskular retina
H 34
1890
sumbilofiron
H11.2
1891
SVT ( supra venticuler tachicandila)
I47.1
1892
sympus
Q74.2
1893
syncope
R55
1894
syndaktily
Q70.9
1895
syndrom vertevro basiler
G45.0
1896
syndrome barre guillain SGB
G61.0
1897
syndrome extra pramidal
G25.9
1898
syndrome frontal lobe

1899
syndrome migrain
G43.9
1900
syndrome nefhrotic 
N04.8
1901
syndrome otak organik
F06.9
1902
syndrome vertebro basiler
G45.0
1903
synechia/perlekatan mata
H21.5
1904
syock
N57.9
1905
sypilis
A53.9

Comments

Popular posts from this blog

Suluk Linglung

Dalam kehidupan tasawuf, seorang yang ingin menyempurnakan dirinya harus melalui beberapa tahap-tahap dalam perjalanan spiritualnya. Dimana tahap paling dasar adalah syari'at, yaitu tahap pelatihan badan agar dicapai kedisiplinan dan kesegaran jasmani. Dalam syari'at hubungan antar manusia dijalin menjadi umat, syariat dimaksudkan untuk membawa  seseorang ke dalam sebuah bangunan kolektif, yang disebut umat, bangunan persaudaraan berdasarkan kepercayaan atau agama yang sama. Begitu juga yang diajarkan dan dilaksanakan oleh  Sunan Kalijaga  di dalam kitab Suluk Linglung, ia sangat menekankan pentingnya menjalankan syari'at Islam seperti yang diajarkan oleh Rasulullah saw, termasuk sholat lima waktu, puasa ramadhan, membayar zakat dan menjalankan ibadah haji. Agar dapat menjalankan ajaran Islam yang sempurna dan sungguh-sungguh (kaffah), baginya harus melalui berbagai tirakat dan perenungan diri yang sungguh-sungguh pula. Dengan begitu manusia akan dapat mengerti...

10 Mutiara yang akan diambil Jibril as.

رُوِىَ أَنَّ جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ نَزَلَ عَلَى النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فىِ مَرَضِ مَوْتِهِ فَقاَلَ ياَجِبْرِيْلُ هَلْ تَنْزِلُ مِنْ بَعْدِى , فَقاَلَ نَعَمْ ياَرَسُوْلَ اللهِ أَنْزِلُ عَشْرَ مَرَّاتٍ أَرْفَعُ العَشْرَ الجَواَهِرِ مِنَ الأَرْضِ قاَلَ ياَ جِبْرَيْلُ وَماَتَرْفَعُ مِنْهاَ , قاَلَ , (الأَوَّلُ) أَرْفَعُ البَرَكَةَ مِنَ الأَرْضِ (وَالثَّانىِ) أَرْفَعُ المَحَبَّةَ مِنْ قُلُوْبِ الخَلْقِ (وَالثَّالِثُ) أَرْفَعُ الشُّفْقَةَ مِنْ قُلُوْبِ الأَقاَرِبِ (وَالرَّابِعُ) أَرْفَعُ العَدْلَ مِنَ الأُمَراَءِ (وَالخاَمِسُ) أَرْفَعُ الحَياَءَ مِنَ النِّساَءِ (وَالسَّادِسُ) أَرْفَعُ الصَّبْرَ مِنَ الفُقَراَءِ (وَالسَّابِعُ) أَرْفَعُ الوَرَعَ وَالزُهْدَ مِنَ العُلَماَءِ (وَالثَّامِنُ) أَرْفَعُ السَّخاَءَ مِنَ الأَغْنِياَءِ (وَالتَّاسِعُ) أَرْفَعُ القُرْآنَ (وَالعاَشِرُ) أَرْفَعُ الإِيْماَنَ Ketika Rasulullah dalam keadaan sakit yg menghantarkan belaiu wafat, malaikat Jibril datang menemuinya. Setelah berbincang sejenak Rasulullah bertanya kepada Jibril...

Tawassuth, Tawazun, I'tidal, dan Tasamuh

Ada tiga ciri utama ajaran Ahlussunnah wal Jamaah atau kita sebut dengan Aswaja yang selalu diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya: Pertama , at-tawassuth atau sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan. Ini disarikan dari firman Allah SWT: وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيداً Dan demikianlah kami jadikan kamu sekalian (umat Islam) umat pertengahan (adil dan pilihan) agar kamu menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) manusia umumnya dan supaya Allah SWT menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) kamu sekalian. (QS al-Baqarah: 143). Kedua  at-tawazun atau seimbang dalam segala hal, terrnasuk dalam penggunaan dalil 'aqli (dalil yang bersumber dari akal pikiran rasional) dan dalil naqli  (bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits). Firman Allah SWT: لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا ...