Skip to main content

Bahasa Indonesia vs Malaysia

Berbanggalah pada bahasa Indonesia drpd Malaysia
*ID* : Kementerian Agama,
*MY* : Kementerian Tak Berdosa   
*ID* : Angkatan Darat,
*MY* : Laskar Hentak-Hentak Bumi  
*ID* : Angkatan Udara,
*MY* : Laskar Angin-Angin  
*ID* : Pasukaaan bubar jalan !!
*MY* : Pasukaaan cerai berai !!
*ID* : Merayap
*MY* : Bersetubuh dengan bumi   
*ID* : Rumah sakit bersalin,
*MY* : Hospital korban lelaki  
*ID* : Belok kiri, belok kanan,
*MY* : Pusing kiri, pusing kanan  
*ID* : Departemen Pertanian
*MY* : Departemen Cucuk Tanam 
*ID* : Gratis bicara 30 menit,
*MY* : Percuma berbual 30 minit   
 *ID* : Satpam/sekuriti,
*MY* : Penunggu Maling  
*ID* : Tank
*MY* : Kereta Kebal 
*ID* : Kedatangan,
*MY* : Ketibaan  
*ID* : Rumah sakit jiwa,
*MY* : Gubuk gila   
*ID* : Dokter ahli jiwa,
*MY* : Dokter gila  
.*ID* : Hantu pocong,
*MY* : Hantu Bungkus  

*ID* : Toilet,
*MY*: Bilik Merenung 
*ID* : Traktor
,*MY* : Setrika Bumi.  


*ID* : Joystick,
*MY* : Batang senang   
*ID* : Tidur siang,
*MY* : Petang telentang   
*ID* : mentri kehutanan.
*MY* : mentri semak belukar  

Comments

Popular posts from this blog

Kenyataan Tentang Uang dan Kebahagiaan

“Uang tidak bisa membeli kebahagiaan” merupakan kebenaran yang sering disebutkan. Walaupun pernyataan itu benar, kemiskinan juga tidak akan mampu membeli kebahagiaan. Beberapa orang menjadi sangat kaya, tapi mereka tetap harus berjuang untuk menikmati kehidupan mereka. Di sisi lainnya, orang lain mampu melewati hidup dengan sedikit masalah keuangan hanya karena mereka mampu mengoptimalkan apa yang mereka miliki. Idealnya, Anda harus mencoba untuk menggabungkan antara kemakmuran dan kebahagiaan. Untuk melakukan itu, ada beberapa langkah yang direkomendasikan : 1. Belajar untuk Menghargai Kehidupan Sederhana Tujuan hidup bukan untuk mengakumulasi sebanyak mungkin harta benda dan kekayaan. Kita harus belajar untuk puas dengan apa yang kita miliki dan menghargai keuntungan dari hidup sederhana. Sebagai contoh, Jika kita membereskan kekacauan yang tidak perlu, maka kita akan mendapatkan perasaan yang lega dan bebas. Jika Anda merasa  kebahagiaan  berhubungan langsung de...

Suluk Linglung

Dalam kehidupan tasawuf, seorang yang ingin menyempurnakan dirinya harus melalui beberapa tahap-tahap dalam perjalanan spiritualnya. Dimana tahap paling dasar adalah syari'at, yaitu tahap pelatihan badan agar dicapai kedisiplinan dan kesegaran jasmani. Dalam syari'at hubungan antar manusia dijalin menjadi umat, syariat dimaksudkan untuk membawa  seseorang ke dalam sebuah bangunan kolektif, yang disebut umat, bangunan persaudaraan berdasarkan kepercayaan atau agama yang sama. Begitu juga yang diajarkan dan dilaksanakan oleh  Sunan Kalijaga  di dalam kitab Suluk Linglung, ia sangat menekankan pentingnya menjalankan syari'at Islam seperti yang diajarkan oleh Rasulullah saw, termasuk sholat lima waktu, puasa ramadhan, membayar zakat dan menjalankan ibadah haji. Agar dapat menjalankan ajaran Islam yang sempurna dan sungguh-sungguh (kaffah), baginya harus melalui berbagai tirakat dan perenungan diri yang sungguh-sungguh pula. Dengan begitu manusia akan dapat mengerti...

Antara “Ajaran Islam” dan “Budaya Arab”

Saya perhatikan dengan seksama sepertinya banyak kaum Muslim (juga non-Muslim) yang bingung membedakan antara ajaran Islam dan tradisi atau kebudayaan Arab. Padahal itu gampang sekali segampang mencari “warteg” (Warung Tegal) atau “wardang” (Warung Padang) di Jakarta, atau KFC/McD di Saudi. Tapi baiklah saya beri “clue” sedikit saja, selebihnya silakan Anda belajar sendiri dan membaca sendiri sebanyak-banyaknya buku-buku dan tulisan-tulisan berkualitas biar cakrawala dan wawasan kita semakin mengsamudra, tidak sempit seperti “lubang hidung.” Begini, kalau “ajaran Islam” ya berarti eksklusif dipraktekkan umat Islam saja dong seperti salat wajib yang lima kali sehari itu, puasa wajib yang sebulan itu, haji yang wajib setahun sekali itu, tauhid yang meng-Esa-kan Tuhan itu, dlsb. Meskipun sebetulnya, secara substansial apa yang kemudian “ditahbiskan” sebagai “ajaran Islam” itu juga bukan “eksklusif Islam” karena semua itu berasal dari ajaran-ajaran umat agama sebelumnya, khususnya Ya...